Untuk menilai tingkat keberhasilan atau memberikan gambaran tentang keadaan pelayanan di rumah sakit biasanya dapat dilihat dari :
a. Tingkat pemanfaatan sarana pelayanan
b. Mutu pelayanan
c. Tingkat efisiensi pelayanan
Untuk mengetahui tingkat pemanfaatan, mutu dan efisiensi pelayanan rumah sakit, diperlukan berbagai indikator. Indikator-indikator pelayanan rumah sakit dapat dipakai untuk mengetahui tingkat pemanfaatan, mutu, dan efisiensi pelayanan rumah sakit. Indikator-indikator berikut bersumber dari sensus harian rawat inap :
1. BOR ( Bed Occupancy Ratio ) : Angka penggunaan tempat tidur
BOR menurut Depkes RI (2005), BOR adalah prosentase pemakaian tempat tidur
pada satuan waktu tertentu. Indikator ini memberikan gambaran tinggi rendahnya
tingkat pemanfatan tempat tidur rumah sakit.
Nilai parameter BOR yang ideal adalah antara 60 - 85 % ( Depkes RI, 2005 ).
Jumlah hari perawatan rumah sakit
BOR = --------------------------------------------------------------------- (x) 100 %
Jumlah tempat tidur (x) Jumlah hari dalam satu periode
2. ALOS ( Average Length of Stay ) : Rata-rata lamanya pasien dirawat
ALOS menurut Depkes RI (2005) adalah rata-rata lama rawat seorang pasien pada
satu periode.
Nilai ALOS idealnya antara 6 - 9 hari
Jumlah lama dirawat rumah sakit
ALOS = ---------------------------------------------------------------------
Jumlah pasien keluar (hidup + mati) dalam satu periode
3. BTO ( Bed Turn Over ) : Rata-rata pemakaian tempat tidur pada satu periode
Nilai BTO idealnya antara 40 - 50 kali
Nilai BTO idealnya antara 40 - 50 kali
Jumlah pasien keluar ( hidup + mati )
BTO = ---------------------------------------------------------------------
Jumlah tempat tidur